Senin, 04 Juni 2012

DIALOG PERAN DAN FUNGSI BIDAN SEBAGAI PENELITI


PERAN DAN FUNGSI BIDAN SEBAGAI PENELITI

Memanfaatkan hasil investigasi untuk meningkatkan dan mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan
Sore hari itu para ibu-ibu di desa makmur melakukan pemeriksaan rutin di posyandu desa. Salah satu warganya bernama ibu iroh.Ibu iroh adalah seorang ibu yang memilki bayi berusia 1 bulan,

Ibu ita              : Buk iroh mari kita ke posyandu, ada imunisasi gratis loh buk.

Ibu santi          : iya buk, marii agar anak-anak kita sehat.

Ibu iroh           : mmm, gimana yah buk . saya sedang sibuk sekali ini. Anak saya juga sehat-sehat saja tuh buk tanpa imunisasi.

Ibu ita              : yasudahlah, kalo ibu memang tidak mau pergi.

Ibu santi          : kami pergi dulu ya buuk..

Tiba di posyandu desa.

Para kader-kader posyandu sedang sibuk mendata para ibu-ibu yang melakukan pemeriksann pada sore itu.

Kader 1 (TARI) : ini buk santi kartunya, silahkan ibu imunisasi anak ibu. Oh iya bu, ibu iroh mana ya bu? 

Kader 2(YOPI): di data ini ibu iroh tidak pernah hadir samasekali,padahal dia memiliki bayi dan belum pernah di imunisasi sebelumnya buk.

Ibu santi          : iyaa buk, tadi kami berpapasan dengan bu iroh tapi dia menolak untuk kami ajak ke posyandu.

Kader 1           : Bagaimna ini buk, apakah lebih baik kita memberi tahu kepada para bidan untuk mengatasi masalah ini?

Kader 2           : sepertinya iya bu, di desa ini banyak sekali ibu-ibu yang tida ruti ke posyandu setiap bula untuk memeriksakan perkembangan anaknya dan ada jug buk,tetangga saya dia tidak mau menggunakan KB.

Akhirnya kader posyandu dan para ibu-ibu menjelaskan masalah ini kepada para bidan yang bertugas di posyandu tersebut.

Bidan 1 vera    : Baiklah ibu kami akan melakukan investigasi kepada para ibu-ibu yang enggan melakukan pemeriksaan ke posyandu.

Bidan 2 dea     : Namun sebelum itu buk, kita harus mengumpulkan data-data para ibu hamil,para ibu yg memiliki bayi dan para keluarga yg belum menggunakan KB.

Bidan 1           : kita akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan dan meneliti apa penyebab sebagian besar ibu-ibu di desa ini tidak mengimunisasi anak mereka dan tidak menggunakan KB.
Para bidan pun mengunjungi rumah buk RT untuk mendapatkan data jumlah ibu hamil.

Bidan 1           : selamata pagi buk RT , kedatangan kami kesini untuk mendata jumlah ibu hamil di desa makmur ini buk. Kami membutuhkan data tersebut untuk melakukan penelitian guna meningkatkan pelayanan kesehatan dan program kerja kami di desa ini buk.

Bidan 2           : selain itu juga buk, kami akan melakukan penyuluhan ke setiap  rumah agar kami mengetahui pasti faktor apa yang menyebabkan banyaknya ibu-ibu di desa ini yang tidak memeriksakan dan berkonsultasi ke posyandu.

Buk RT viona : saya sangat setuj ibu-ibu, sekiranya saya dapat membantu. Data-data ini saya peroleh dari beberapa bulan terakhir. Semoga data ini dapat menjadi refrensi.

Bidan 1           : mohon kerjasamanya ya buuk.

Para Bidan pun mengunjungi satu persatu rumah dan memberikan.

BIDAN 1 MENGUNJUNGI RUMAH BUK IROH

Bidan 1           : saya mendapat laporan buk,buk iroh kenapa bulan ini tidak melakukan pemeriksaan bayi ibu ke posyandu?

Buk iroh          : saya rasa imunisasi itu tidak terlalu penting deh buk, bukankah dengan mengkonsumsi ASI anak saya bisa sehat? Lagipula saya tidak punya biaya untuk imunisasi, dan juga sibuk bekerja.

Bidan 1           : ASI memang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak dan pemberian ASI sangat diwajibkanhingga usia anak minimal 6bln. Namun disini imunisasi juga sangat penting, karena Imunisasi merupakan suatu proses untuk membuat sistem pertahanan tubuh kebal terhadap invasi mikroorganisme (bakteri dan virus) yang dapat menyebabkan infeksi sebelum mikroorganisme tersebut memiliki kesempatan untuk menyerang tubuh kita. Dengan imunisasi, tubuh kita akan terlindung dari infeksi begitu pula orang lain karena tidak tertular dari kita

Buk iroh          : ooh begitu yah buk. Penyakit apa saja yg dapat dicegah dengan imunisasi?

Bidan 1           :Hingga saat ini terdapat 10 jenis vaksinasi yang dapat mencegah terjadinya infeksi pada anak, yaitu; polio,campak,gondongan,rubella (campak Jerman),difteria, tetanus, batuk rejan (Pertusis), meningitis, cacar air, hepatitis B. 
Buk iroh: tapi saya tidak memmpunyai cukup uang buk untuk imunisasi anak saya.

Bidan 1 : kebijakan pemerintah untuk saat ini buk,imunisasi gratis,jadi ibu bisa imunisasi anak ibu tanpa memikirkan biaya lagi buk.

Buk iroh : oh ya buk, kan saya bisa imunisasi anak saya kalo sudah besar saja bu,jadi tidak merepotkan ibunya.

Bidan 1 :Vaksin diberikan pada usia sangat dini karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi biasanya menyerang anak pada awal kehidupannya ataupun memberikan gejala yang berat, menimbulkan berbagai komplikasi. sehingga imunisasi akan melindungi anak lebih awal sebelum penyakit tersebut memiliki kesempatan menyerang tubuh anak.

Buk iroh : baiklah buk, bulan depan saya akan rutin ke posyandu untuk imunisasi anak saya.

Bidan 2 : apakah keluarga ibu menggunakan KB buuuuk?

Buk siti : tidak buk, mahal.

Bidan 2 : tidak mahal kok buk, apakah suami ibuk tidak menguzinkan untuk KB ?

Buk siti :  suami saya sih tidak melarang buk, menurut saya banyak anak banyak rezeki buuk bidan.

Bidan 2 : tujuan dari Kb itu sendiri buk 1) Meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak serta keluarga dan bangsa pada umumnya.

2) Meningkatkan martabat kehidupan rakyat dengan cara menurunkan angka kelahiran sehingga pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan untuk meningkatkan reproduksi.



SETELAH MELAKUKAN SURVEY DAN PENELITIAN DIHARAPKAN  PARA BIDAN  LEBIH GIAT MEMBERIKAN PENYULUHAN  UNTUK MENINGKATKAT PELAYANAN KEBIDANAN DAN MENINGKATKAN PROGRAM KERJA

HAPPY ENDING :D







Minggu, 03 Juni 2012

Makalah Asam Folat


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kehamilan adalah peristiwa kodrati bagi perempuan, seorang perempuan akan mengalami perubahan dalam dirinya baik fisik maupun psikologi. Status gizi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pada masa kehamilan, karena status diet dan nutrisi ibu hamil mempunyai dampak langsung pada perjalanan kehamilan dan babyi yang akan dilahirkan.
Asam folat (vitamin B9) sangat penting bagi anda selama kehamilan, kekurangan asam folat dapat mengakibatkan anemia. Tambahan asam folat sangat diperlukan untuk janin kembar, spina bifida mungkin bisa dicegah jika calon ibu minum 0,4 mg asam folat sehari ini disarankan untuk semua wanita hamil khususnya mereka yang pernah melahirkan bayi dengan spina bifida (penonjolan sumsum dan tulang belakang).
Kekurangan asam folat pada ibu hamil berdasarkan penelitian bisa menyebabkan terjadinya kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Bayi mengalami kecacatan pada otak dan sumsum tulang belakang. Sering kali para ibu tidak menyadari dirinya kekurangan asam folat karena sebagian besar kehamilan terjadi tanpa direncanakan. Kekurangan asam folat terutama menyebabkan gangguan metabolisme DNA, akibatnya terjadi perubahan dalam morfologi inti sel – sel yang sangat cepat membela, seperti sel darah merah, sel darah putih serta sel – sel epitel lambung dan usus, vagina dan serviks rahim, kekurangan asam folat menghambat pertumbuhan menyebabkan anemia megaloblastik dan gangguan darah lain, peradangan lidah (glositis) dan gangguan saluran cerna. Menurut WHO kejadian cacat bawaan fisik di Amerika Serikat (AS) 1,32 per 1.000 kelahiran salah satunya karena kekurangan asam folat.
Kekurangan asam folat menyebabkan bayi lahir dengan bibir sumbing, bayi lahir dengan berat badan rendah, Down syndrome, keguguran dan anencepalus. Bayi mengalami kelainan pembuluh darah rusaknya endokel pipa yang melapisi pembuluh darah menyebabkan lepasnya plasenta sebelum waktunya.
Kelainan lainnya adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil, anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi. Pada anak perempuan saat dewasa tidak mengalami menstruasi. Pada ibu hamil, kekurangan asam folat menyebabkan meningkatnya resiko anemia, sehingga ibu mudah lelah, letih, lesu dan pucat.
Ada beberapa bukti bahwa multivitamin dan asam folat prakontrasepsi dasar membantu mencegah terjadinya defek tube neural dan wanita yang merencanakan untuk hamil harus disarankan untuk mulai melakukan terapi tersebut. Menurut konsep evidence based bahwa pemakaian asam folat pada masa perikonsepsi menurunkan risiko kerusakan otak, kelainan neural, spina bifida, dan anencepalus, baik pada ibu hamil yang normal maupun yang berisiko. Asam folat juga berguna untuk membantu produksi sel darah merah, sintesis  Deoxyribonucleic Acid (DNA) pada janin dan pertumbuhan plasenta.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka rumusan masalah yang akan di bahas adalah :
1.      Bagaimana Pengaruh asam folat bagi ibu hamil dan janin ?
2.      Defisiensi asam folat ?
3.      Sumber Makanan Yang mengandung asam folat ?

1.3  Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Asuhan Kebidanan I dan untuk menambah informasi serta pengetahuan bagi pembaca.































BAB II

PEMBAHASAN


2.1 Pengaruh Asam Folat bagi ibu Hamil dan janin
Asam folat pada masa kehamilan bermanfaaf buat ibu hamil dan janin yang dikandung. Pada ibu hamil asam folat bermanfaat dalam mencegah timbulnya anemia megaloblastik, memperbaiki metabolisme tubuh dan mengurangi risiko terjadinya preeklampsia/eklampsia (tekanan darah tinggi dan kejang saat hamil). Pada janin kecukupan asam folat berperan dalam mengurangi risiko terjadinya kecacatan pada sistem saraf pusat (gangguan pada bumbung saraf/Neural Tube Defects (NTD) dan cacat lahir lainnya (bibir sumbing). Juga berperan mencegah terjadinya keguguran, sindroma down, solusio plasentae (plasenta yang copot dari tempat menempel di rahim), berat bayi lahir rendah.
NTD yang terjadi bisa berupa anensefali/akraia (janin tanpa batok kepala), spina bifida (kelainan tulang belakang yang tidak menutup), meningo-ensefalokel (tidak menutupnya tulang kepala). Kelainan-kelainan tersebut disebabkan karena gagalnya tabung saraf tulang belakang untuk tertutup sebagaimana mestinya pada hari ke-28 pasca-konsepsi.
Saat seorang wanita menyadari kehamilannya, maka kehamilan itu sebenarnya sudah berusia 5-6 minggu. Padahal, cacat tabung saraf janin (NTD) bisa terbentuk saat kehamilan berusia 2-4 minggu. Itu sebabnya, idealnya kebutuhan asam folat sudah tercukupi sejak sebelum terjadinya kehamilan.
Secara umum, kebutuhan wanita usia subur serta ibu hamil akan asam folat adalah sekitar 400-600 mikrogram (0,4-0,6 mg) per hari. Kecukupan ini bisa mencegah 50-70 persen resiko NTD. Artinya, bila memang ingin hamil, seorang wanita sebaiknya sudah harus mencukupi kebutuhan asam folatnya, minimal 4 bulan sebelum kehamilan. Jika perkembangan sistem saraf utama terganggu, maka akan mempengaruhi perkembangan janin, yakni pembentukan tulang-tulang kepala, termasuk wajah (menyebabkan sumbing), sistem hormon (pada anak perempuan, di saat dewasa kelak bisa tidak mengalami menstruasi) dan perkembangan pusat kecerdasan (gangguan belajar). Selain itu, juga berakibat pada sistem motorik (mengalami lumpuh, tidak bisa berjalan tegak), tidak ada kontrol untuk buang air besar maupun buang air kecil serta adanya gangguan jantung.
Pada ibu hamil sendiri folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Itu sebabnya, ibu hamil yang mengalami kekurangan asam folat, umumnya juga mengalami anemia dengan segala konsekuensinya (terlihat pucat dan mudah letih, lesu dan lemas). Bahkan, juga berisiko mengalami persalinan prematur, plasenta lepas sebelum waktunya (solusio plasentae) dan kegugura


2.2 Defisiensi Asam Folat
Masa kehamilan merupakan masa rawan yang harus diwaspadai. Saat itu kita sedang dalam proses membentuk tubuh seorang manusia, sehingga aneka bahan-bahan berupa zat-zat gizi penting harus dikonsumsi dalam jumlah cukup. Ada zat gizi yang mungkin sering diabaikan oleh ibu-ibu saat hamil, yaitu konsumsi asam folat, ternyata kekurangan asam folat bisa melahirkan bayi yang mengalami Spina Bifida yaitu suatu kelainan karena Neural Tube tidak terbentuk dengan sempurna. Bayinya jadi lahir seperti memiliki buntut atau ekor karena adanya cacat pada pembentukan tulang belakang.
Selain Spina Bifida juga bisa terjadi anencephaly, dan encephalocele,yaitu gangguan pada tulang kepala dan otak. Keduanya merupakan jenis Neural Tube Defects (NTDs)  terbuka. NTDS terbuka terjadi ketika kelainan pada otak dan atau spinal cord ditunjukkan dengan kelahiran dengan cacat pada tulang tengkorak dan atau ruas-ruas tulang belakang ( tulang punggung). Ada juga yang disebut jenis Neural Tube Defect tertutup, yang terjadi ketika cacat yang mengenai tulang belakang ditutup oleh kulit.Contoh umum dari NTDS tertutup adalahlipomyelomeningocele, lipomeningocele, dan tethered cord.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9MrWJ7gp8oW2hC37n_NB3ZsjhviLWY-CVvc9Q4YUZ4xqj77H7BVAjLLUmbK6DyZaH6tMAf-s19BBpu6RMpRjxemwqTENsshXuAQnFmJveIBYwoVGkwpzytcpFv_gkDJF_-mEN_hrvkRk/s1600/NTDs+dg+ket.JPG

NTDs terjadi karena malformasi konggenital akibat dari gagal menutupnya neural tube selama masa embriogenesis, sehingga neural tube tidak dapat terbentuk dengan sempurna.Tidak terbentuknya neural tube berkaitan dengan perubahan status asam folat. Perubahan pada status asam folat dipengaruhi oleh gangguan distribusi folat dalam jaringan dan asupan folat yang tidak adekuat. 
Kekurangan asam folat ini terjadi pada saat konsepsi (tepat saat berhubungan intim yang terjadi pembuahan yaitu bertemunya sperma dan sel telur)  atau trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Manifestasi dari kekurangan asam folat adalah terjadinya gangguan pada proses penutupan neural tube pada otak dan tulang belakang bayi.






2.3  Sumber Asam Folat

Kita bisa memperoleh asam folat secara alami dari makanan yang banyak kita temui sehari-harinya, seperti berikut:
1.      Sayuran berwarna hijau tua seperti, bayam, kangkung, selada, asparagus, brokoli.
2.      Kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang kedelai, kacang hijau, termasuk juga selai kacang.
3.      Biji-bijian, seperti gandum, beras, cereal, oatmeal, termasuk juga roti gandum
4.      Buah-buahan, seperti pepaya, nenas, jeruk, pisang, dan stroberi.
5.      Daging, seperti: hati, ginjal dan beberapa organ dalam hewani lainnya.Walaupun asam folat banyak ditemukan pada sayuran, buah dan biji-bijian, dan produk daging, tetapi sulit untuk mendapatkan seluruh asam folat yang terkandung dalam makanan tersebut. Memasak makanan dengan panas tinggi dengan kompor atau microwave, atau terlalu banyak air akan mengurangi kandungan asam folat. Cobalah untuk makan sayuran yang dikukus sebentar atau mentah.

Tips untuk mendapatkan asam folat dengan baik:
Makan buah-buahan dan sayuran segar setiap hari. Jangan memasak sayuran terlalu lama. Panas akan menghancurkan asam folat.
Jangan merokok
Jangan minum minuman yang mengandung alcohol karena itu akan mengganggu penyerapan asam folat.
Minum suplemen tambahan yang dianjurkan oleh dokter anda.
Ingat bahwa asam folat tersedia dari makanan segar dan belum diproses, jadi tidak aneh banyak orang yang masih kekurangan asam folat walaupun makanan tersebut dikonsumsi setiap hari. Ini mungkin karena budaya masak kita yang sering memasak dengan panas tinggi dan waktu yang lumayan lama.
















BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Menurut konsep evidence based bahwa pemakaian asam folat pada masa kehamilan dapat menurunkan risiko kerusakan otak, kelainan neural, spina bifida, dan anencepalus, baik pada ibu hamil yang normal maupun yang berisiko.


3.2 Saran

Demikianlah makalah ini kami buat sebaik–baiknya namun sebagai manusia penulis selalu tidak lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun penulis sangat diharapkan untuk menyempurnakan makalah ini.




MAKALAH ANASTESI EPIDURAL


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillaahirabbil’alaamiin, puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat limpahan rahmat, karunia dan hidayahNya-lah kami dapat menyelesaikan makalah mengenai evidence based dalam ilmu kebidanan yang berjudul “ANASTESI EPIDURAL PADA PERSALINAN NORMAL” ini.
Selain bertujuan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Konsep kebidanan, makalah ini juga disusun dengan maksud agar pembaca dapat memperluas ilmu dan pengetahuan tentang persalinan normal dengan anastesi epidural.

Makalah ini memuat tentang definisi dari anastesi epidural, dan efek samping yang ditimbulkan. Kami juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Ika Susanti,SST selaku Dosen Mata Kuliah Konsep kebidanan yang telah membimbing kami.
Kritik dan saran selalu kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Tanjungpinang, 15 Desember 2011
                                                                                  Penulis




i

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Nyeri sampai sekarang masih menjadi concern para ibu yang hendak melahirkan. Pada kehamilan dan persalinan rasa nyeri sebenarnya sebagai sebuah “sinyal” untuk memberitahukan kepada ibu bahwa dirinya telah memasuki tahapan proses persalinan. Dan sebenarnya Nyeri bukanlah bagian dari proses persalinan itu sendiri, rasa nyeri terjadi pada dasarnya adalah akumulasi dari beberapa faktor pengaruh seperti tingkat psikologis seseorang, rasa panik, rasa takut juga traumaa masa lalu.

Melahirkan merupakan pengalaman yang membahagiakan sekaligus menyakitkan bagi seorang ibu. Penelitian-penelitian telah dilakukan untuk mengurangi pengalaman menyakitkan saat persalinan, sehingga persalinan dapat memberikan pengalaman yang lebih membahagiakan.
Ilmu Anestesi (Pembiusan) telah memperkenalkan cara baru teknis anestesi untuk persalinan tanpa rasa nyeri, sehingga ibu dapat melahirkan dengan rasa sakit seminimal mungkin. Salah satu teknik pilihan yang dilakukan oleh dokter spesialis anestesi adalah dengan menggunakan teknik anestesi epidural. Epidural adalah ruang antara kedua selaput keras dari sumsum belakang.

1.2 Rumusan masalah
1.      Apakah Anastesi epidural ?
2.      Apakah dampak dari pemberian anastesi terhadap lamanya proses prsalinan ?
3.      Efek samping yang di timbulkan untuk bayi ?
4.       

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui teknik anastesi dalam persalinan.
2.      Info mengenai Melahirkan tanpa rasa sakit dengan anastesi epidural dan efek sampingnya

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1             Penjelasan mengenai teknik anastesi epidural

Anestesi epidural atau bius lokal dari pinggang ke bawah adalah teknik untuk menghilangkan rasa sakit dengan memasukan zat anestesi lewat suntikan melalui otot pinggang hingga ke daerah epidural (salah satu bagian dari susunan saraf pusat di bagian tulang belakang). Hal ini dilakukan oleh dokter anestesi. Pembiusan dilakukan melalui suntikan tadi,sifatnya memblok daerah yang disuntik sampai ke bagian bawah, sehingga si ibu tidak merasa nyeri di daerah tersebut.
Bila ibu menggunakan anestesi ini maka saat mengalami kontraksi, ibu tidak merasakan adanya nyeri sama sekali. Sehingga saat sampai waktunya ibu harus mengejan, maka ibu akan dituntun untuk mengejan sesuai dengan datangnya kontraksi yang dinilai oleh dokter. Dengan kata lain ibu sama sekali tidak tahu kapan ibu merasa harus mengejan, karena stimulasi yang merangsang hal tersebut tidak dirasakan sama sekali. Karena tidak adanya stimulasi tersebut, maka kadang proses persalinan menjadi lebih lama dan ada kemungkinan persalinan harus dibantu dengan menggunakan vacuum atau forsep, Walaupun begitu, hasil akhir tidak didapatkan perbedaan yang bermakna antara bayi yang lahir normal atau menggunakan metode ini.
Obat anestesi epidural akan bekerja selama beberapa jam, yang sebelum efeknya habis, dokter anestesi akan memberikan instruksi untuk memberikan suntikan obat anestesi epidural selanjutnya melalui kateter yang sudah dipasang. Ibu masih dapat melakukan aktivitas seperti biasa karena saraf yang di blok hanyalah saraf yang memberikan rangsang nyeri.
Untuk persalinan, blokade dikhususkan untuk mengurangi rasa sakit di daerah rahim, leher rahim dan bagian atas vagina. Tetapi otot pangul masih dapat melakukan gerakan rotasi kepala bayi untuk keluar dari jalan lahir ibu. Ibu masih bisa mengejan, sehingga masih dapat dilakukan persalinan melalui jalan lahir.

4

2.2 Keuntungan penggunaan epidural
1. 80 persen ibu berhasil mengatasi rasa sakit.
2. Tidak mengacaukan pikiran
3. Membantu dalam mengontrol tekanan darah tinggi

2.3 Dampak yang  di timbulkan terhadap hormon persalinan.
v  Ini bisa  menghambat produksi beta-endorphin.
v  Epidural mengurangi produksi oksitosin selama persalinan.
v  Epidural juga menghambat produksi katekolamin (CA). Ingat bahwa CA dapat      memperlambat atau menghentikan persalinan pada tahap awal, tetapi mempromosikan refleks ejeksi janin pada tahap kedua persalinan. Sehingga menghambat produksi CA dapat membuat proses persalinan menjadi lebih sulit.
v  Epidural membatasi pelepasan prostaglandin F2 alfa, suatu senyawa lipid yang merangsang kontraksi rahim dan dianggap terlibat dengan inisiasi persalinan.
v  Epidural mengganggu proses persalinan dan memiliki efek samping bagi ibu seperti:
-          Dapat memperpanjang lama persalinan .
-          Tiga kali lipat meningkatkan risiko robek perineum yang parah. Karena banyak dari ibu   yang memilih epidural ternyata harus berakhir di persalinan tindakan seperti forceps & Vacum
-          Dua kali lipat meningkatkan risiko operasi caesar
-          Tiga kali lipat meningkatkan terjadinya induksi dengan oksitosin sintetis (Pitocin).
-          Empat kali lipat meningkatkan kemungkinan bayi akan terus-menerus berada dalam posisi posterior (menghadap ke atas) dalam tahap akhir persalinan (gagal melakukan putaran paksi di dalam panggul), yang pada gilirannya mengurangi kemungkinan kelahiran vagina spontan.
-          Mengurangi kemungkinan persalinan per vagina spontan.
-          Meningkatkan kemungkinan komplikasi dari persalinan dengan instrumen. Ketika wanita dengan epidural bersalin menggunakan forceps, jumlah gaya yang digunakan oleh dokter hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan tidak menggunakan epidural. Hal ini penting karena dapat meningkatkan resiko jangka pendek akibat persalinan dengan instrumen seperti memar, luka wajah, perpindahan dari tulang tengkorak dan pembekuan darah di kulit kepala bayi, dan episiotomi dan robekan pada vagina dan perineum ibu.
5
2.4  Efek samping untuk Bayi

1.      Sangat penting untuk memahami bahwa obat-obatan diberikan oleh epidural memasuki aliran darah bayi pada tingkat yang sama dan kadang-kadang bahkan lebih tinggi dibandingkan yang ada dalam aliran darah ibu.
2.      Namun, karena sistem kekebalan tubuh bayi belum matang, diperlukan waktu lebih lama bagi mereka untuk menghilangkan efek obat epidural. Sebagai contoh, metabolisme bupivacain, analgesik epidural yang umum digunakan, adalah 2,7 jam pada orang dewasa tapi pada bayi baru lahir memerlukan waktu 8 jam.
3.      Studi telah menemukan jumlah metabolit bupivacain terdeteksi dalam urin bayi baru lahir 36 jam setelah anestesi spinal pada persalinan SC.
4.      Beberapa studi telah menemukan defisit dalam kemampuan bayi baru lahir yang konsisten akibat obat yang digunakan dalam epidural.
5.      Penelitian lain menemukan bahwa anestesi lokal yang digunakan dalam epidural dapat berpengaruh buruk pada sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir, mungkin dengan mengaktifkan respon stres.
6.      Ada bukti bahwa epidural dapat  mempengaruhi pasokan oksigen dalam aliran darah janin, mungkin karena adanya penurunan tekanan darah ibu  yang terjadi akibat epidural .
7.      Epidural telah terbukti menyebabkan bradikardia janin, penurunan denyut jantung janin (DJJ). Ini mungkin efek sekunder dari adanya penurunan kadar katekolamin (CA) ibu disebabkan oleh epidural yang pada gilirannya menyebabkan tekanan darah rendah dan rahim hiper-stimulasi.
8.      Epidural dapat menyebabkan demam pada ibu, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi bayi. Dalam sebuah studi besar pertama kali ibu, bayi lahir dari ibu dengan demam (97% di antaranya telah epidural)
9.      Epidural juga dapat meningkatkan kemungkinan nilai Apgar skor rendah saat lahir, sehingga memerlukan resusitasi dan mengalami kejang pada periode baru lahi..
10.  Beberapa studi menunjukkan bahwa epidural dapat mengganggu ikatan normal/bonding yang terjadi antara ibu dan bayi setelah lahir.
11.  Ada juga bukti bahwa epidural dapat menurunkan efisiensi menyusui.





6
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Analgesia epidural adalah bentuk yang sangat efektif menghilangkan rasa sakit. Namun, epidural dan spinals juga menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan pada ibu dan bayi, dan mengganggu proses kelahiran alami dan ikatan antara ibu & bayi. Dalam beberapa kasus epidural mungkin bermanfaat, namun bukti menunjukkan bahwa tindaan ini tidak boleh digunakan sebagai tindakan rutin dalam proses persalinan.

3.2  Saran
Penggunaan anastesi epidural ini hendaknya tidak dijadikan tindakan rutin dalam persalinan dengan menimbang berbagai kemunkinan yang ada. Bila ada keraguan, misalnya kemungkinan bayi besar, posisi kepala masih tinggi, belum masuk ke daerah panggul, atau ada kemungkinan panggul Anda kecil untuk dilalui bayi dengan berat tertentu, atau panggul Anda asimetris, maka tidak dapat dilakukan persalinan dengan menggunakan anastesi ini.
















7
DAFTAR PUSTAKA

Azis. Alimul; keterampilan dasar prektek klinik





























MAKALAH KONSEP KEBIDANAN
“ANASTESI EPIDURAL DALAM PERSALINAN NORMAL”
Dosen : Ika Susanti,SST


http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/304144_228305723882575_228304760549338_652018_4228568_n.jpg



Disusun Oleh : VERA AGUSTINNA
Kelas               : 1B



POLTEKKES KEMENKES RIAU
PRODI KEBIDANAN T.A 2011


DAFTAR ISI

Kata pengantar...............................................................................................................i
Daftar isi…………………………………………………………………...………….ii
Bab I
Pendahuluan…………………………………………..……………………....….…3
Latar belakang..............................................................................................................3
Rumusan masalah.........................................................................................................3
Tujuan..........................................................................................................................3
Bab II
Pembahasan …….……………………………………………...…..........................4
2.1  Penjelasan mengenai teknik anastesi epidural.......................................................4
2.2  Keuntungan penggunaan epidural.........................................................................5
2.3  Dampak yang  di timbulkan terhadap hormon persalinan.....................................5
2.4  Efek samping untuk Bayi......................................................................................6
Penutup.......................................................................................................................7
3.1. Kesimpulan............................................................................................................7
3.1 Saran.......................................................................................................................7
Daftar pustaka










ii